Kamis, 29 November 2012

Matahari Timur

Cornelius
Aku baru bangun, 
Wanita macam apa bangun siang begini
Maaf ya maaf, untung lagi ada tamu
Eh kamarku jadi kuning
Apa ya ini? Hangat sekali ya ampun
Bagus. 
Tidur lagi

"Deeeee bangunnnnn" seseorang berteriak dari bawah
Aku harus bangun, ayo mata, kaki, koordinasi yang baik ya
Hallo hallo, kalian siap? Yuk jalan
Satu
Dua 
Tiga
Empat
..... Empat belas
Lunglai sampai anak tangga saja aku hitung
Sarapan
Lengkap dengan susu, telor ceplok, nasi goreng
"Krruuukkkkk lapar lapar lapar" perutku bercakap
"Ssssttt jgn berisik" batinku

"Sarapan dulu de, nanti kehabisan" cakapnya sambil tersenyum
Dan mengelus rambutku

Hangaaaatttt, indah, lebih2 dari yang dikamar
Apa ini? Perasaan aneh
Ada yang meletup, beriak dalam jantungku
Mau mati apa aku?

Oh ibu ya, ibuku
Telor ceplok ini bulatnya
Senyumnya kuningnya silau
Belaiannya ini hangat sungguh

Aku senyum
Berebut sana yang lain
Akusih punya sendiri
Bukan yang menggantung kuning yang diatas sana
Matahari timur tentu untukku
Cuma ibuku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar