Kenapa tidak bicara langsung?
Aku baca dan entah kenapa ada yang menyentuh
Lumer jantung ini, kadang suka ingin kuminta juga berhenti berdetak
Lalu minta bangkit dan semua normal
Kegilaan ini lelah tak terbendung
Kamu dan aku sama tuli, sama2 tak dengar
Aku lebih parah, aku bisu dan tidak berhati
Tanganku bicara, mewakili bibirku yang kelu.
Maukah kamu memaafkanku (lagi)?
Cornelius diatas sana tatap aku
Kamu gila katanya, kenapa??
Semacam itu kamu hujat, tidak berakal sekali
Sudah besar tahu !!! Jangan bodoh
Iya badanku besar, dalamnya kecil
Masih tidak mengerti
Aku sedang apa ini? Kenapa begini?
Macam apa ini? Harus bagaimana?
Aku yang menang!! Kamu kalah
Mengalir dalam milyaran cc darah dalam tubuhku
Aku disuruh begitu
Kamu kaya aro
Ya memang
Aku lebih hargai snape
Aku bukan mereka, aku punya jiwaku sendiri mengerti!
darahku memang seperti itu
Jiwaku terlalu manja
Ingin yang sempurna
Sehingga egoisku mendidih
Akhirnya kukorbankan mulut, mata, badan, hatiku jadi antibodinya
Lama kelamaan mereka busuk
ah sial, aku benci!!
HAHAHAHAHA
Cornelius lihat, aku tertawa gila
Tapi ini kenapa hangat, basah. Mataku bicara
HAHAHA
Km benar, aku gila! HAHAHA
NB: aku memang ARO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar