kemarin kamu yang ajari
lalu kamu pamit dan bicara
hardik aku, gantung aku
aku mati
kemarin kamu mulai bernafas sendiri
parumu bukan paruku
lega
aku mati
kemarin lagi- lagi aku berbentur
kamu lebih cinta ego
aku yang mundur
aku mati
kemarin, bertaruh mati
kamu tak iba
aku pilih
aku mati
aku mati
makananku mati
harapanku mati
mungkin mati
lagi- lagi mati
terus mati
matiii...
tetap matiii..
memang mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar