Dulu ibuku sering bilang kalau terkadang ada hal yang
tidak bisa dilihat oleh mata. Bukan semcam menakuti atau apa katanya, tapi
memamg kamu perlu percaya.Tak peduli orang bilang aku norak kalau harus percaya
dengan hal semcam itu, aku percaya dan kalian harus percaya. Hari ini, hari ulang tahunku yang ke 7,
tak sabar tentunya. Gadis mungil mana yang benci hari ulang tahunnya, dimana
kue besar, orang berkumpul untuk beri selamat dan juga kado mungil yang
berlimpah. Aku suka itu ,tentunya kalian juga dan yang paling spesial adalah
abangku pulang kali ini.
aku masih berlari kecil dikoridor rumahku, ganggu ibuku
yang sedang persiapkan makan malam keluarga dan kejutan kecil untuk ulang
tahunku. AKu tertawa kecil kegirangan. kemudian kusapa Ayahku yang sedang baca Koran
dihalaman rumah, minum kopi jadi rutinitas andalannya ditambah dengan rokok
putih kecil ditangan kanannya. Masih tak berubah. Ayahku perokok berat, sampai
sekarang masih saja aku tak paham kenapa beliau begitu mencintai benda putih
berasap itu, tapi tetap aku cinta Ayah. Kualihkan pandanganku kejendela mungil
sebelah kananku, kulihat pria tinggi dan besar lalu tampan sedang berguling
tidak karuan masih dengan celana pendek tidurnya dan kaus belel hitam. Abangku
!!! itu abangku, sudah pulang ternyata. Sudah sekitar 4 tahun ia menetap di UK
untuk timba ilmu dan ternyata pulang hari ini, rindu sekali rasanya. Aku
tertawa terkikik dan berniat ganggu dia.
Sekilas aku lihat dengan mata bulatku, kupincingkan mata
sampai memang kutemukan yang kucari. wajahnya yang tertumpuk bantal dan selimut
kutemukan, Tampan sekali, masih dengan hidung mancung dan kulit putihnya alis
tebal macam sinchan dan juga mata sipit serta pipi yang menggemaskan. Iseng
saja kucubit pipi gembulnya.
“aaaaaaaarggghhhh” teriaknya
Abangku berteriak sampai terbangun dan aku hanya tertawa
sambil berlari dikoridor rumah. Lucunya abangku. Abangku bangun lalu tersenyum.
salah satu favoritku ketika hari ulang tahunku adalah
dekorasi rumah. selalu tampak cantik dan anggun setiap salah satu dari kami
sekeluarga merayakan ulang tahun, dan khusus untukku disetiap perapian selalu
ada kaus kaki mungil bertengger dan juga dekorasi warna putih disepanjang
dinding ruangan . Aku suka kaus kaki dan segala macam hal berwarna putih,
itulah kenapa keluargaku simpan barang mungil tersebut setiap hari bersejarahku.
Satu persatu keluargaku datang, sudah lama sekali aku tak bertemu dengan
mereka. ada Emily anak seusiaku, lalu ada margareth gadis cantik seperti Barbie
dengan wajah mirip sekali dengan kakakku, kemudian justin, magia, ania dan masih
banyak lagi. Aku coba tersenyum untuk mereka satu persatu, aku senang
kegirangan.
Tiba saatnya aku tiup lilin, sudah ada kue bulat dengan
hiasan coklat dan gambar sepasang kaus kaki ditengahnya, lalu tertancap angka 7
sebagai symbol kalau ini ulang tahunku yang ke-7. Disamping kananku ada kakakku
yang tampan dengan jas putih, dan disamping kiriku ada orang tuaku dengan
balutan pakaian bernuansa putih, ibuku cantik dengan polesan makeup sederhana
dibalut lipstick merah berkilau . bibir mungilnya terlihat jelas seperti permen
anak kecil yang selalu aku beli diwarung sebrang rumah. Lalu ayahku semakin
tampan dengan rambut putihnya yang semakin banyak dan juga kumis tebal, tapi ia
tetap gagah dan aku semakin terpesona dengan ayahku.
“wusssshhhhhh” kami berempat tiup lilin itu bersamaan. Kulihat
ibuku menangis, sepupuku juga. Kami berdoa bersama, menghadap fotoku ditengah
perapian. Ulang tahunku yang ke 7 dan
tepat kepergianku selama 4 tahun. Aku masih ada bedanya tak terlihat, aku hidup bersama keluargaku, selalu berlari seperti
anak kecil masih jahil seperti dulu. Kulihat abangku, berdoa tertunduk dan aku
dengar, katanya
“selamat ulang tahun adik mungil,
aku merindukanmu, pasti sudah besar dan cantik, salam untuk kakek dan nenek ya,
aku percaya kamu disurga dam terimakasih cubitan pipinya pagi hari, aku
melihatmu”
Aku senyum, aku tahu. aku tertawa sambil cium pipi
abangku, aku pergi ya abang.
Sejak awal aku sudah bilang terkadang ada hal yang tak
bisa dilihat oleh mata, dan kalian harus percaya. aku percaya karena
percaya itu aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar